Popular Posts

Pantai Tapak Paderi

wisatanesia.com--Pantai Tapak Paderi dapat ditempuh kurang lebih sekitar 10 menit dari pusat Kota Bengkulu. Pantai ini berada di antara Pantai Panjang Putri Gading Cempaka dan Pantai Jakat Kota Bengkulu dan bisa terhubung langsung dengan kedua pantai tersebut.

Sejak zaman pendudukan Inggris di nusantara, di daerah sekitar Pantai Tapak paderi dijadikan daerah pusat kota di Bengkulu pada saat itu. Di pinggir pantai ini juga, Pemerintah Inggris pada zaman pendudukan membangun sebuah benteng pertahanan dan juga pusat pemerintahan yang dinamakan Benteng Marlborough atas instruksi Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffless. Di pantai ini juga, terdapat China Town atau Kampung Cina yang merefleksikan kehidupan pada zaman pendudukan dahulu dan merupakan daerah pusat kota pada waktu itu.
Wisata Indonesia Surga Dunia

Obyek wisata komplek Makam Inggris

wisatanesia.com--Obyek wisata komplek Makam Inggris ini adalah merupakan saksi sejarah bahwa antara Bengkulu dan Inggris mempunyai sejarah dan hubungan di masa lalu. Komplek Makam Inggris ini terletak di Jl. Veteran Kelurahan Jitra. Pemakaman orang Inggris di Kelurahan Jitra yang bernama The Christian Cemetery ini merupakan kuburan Inggris terbesar di Asia Tenggara.

Kota Bengkulu memang tak bisa dipisahkan dari sejarah kolonial Inggris di Indonesia. Selain memiliki Benteng Marl borough yang legendaris, di Bengkulu juga terdapat makam Inggris (the Christian Cemetery) terbesar di Asia Tenggara, ladi, kalau Anda berada di Benteng Marlborough, tak ada salahnya mampir kemakam 1 tersebut yang berjarak hanya sepelemparan batu, yakni sekitar 800 meter.

Banyak tokoh ternama Inggris yang pernah berkuasa di Bengkulu itu dimakamkan di situ pada tahun 1775 sampai 1940, di antaranya Mc Douglas, Parker, Hutchinson, Maclean, dan lain-lain. Seperti diketahui, Inggris menjajah Indonesia sejak tahun 1650.Bengkulu tempo dulu adalah pusat pemerintahan bagi kolonialis. Tentara dan warga sipil Inggris yang meninggal dimakamkan di kota Bengkulu. Kondisi ini tentu saja berpotensi dalam menarik wisatawan Inggris yang ingin berziarah ke para leluhurnya itu.

Disebut terbesar karena memang tadinya terdapat sekitar 1.000 nisan berbentuk artistik dan monumental dengan berbagai ukuran yang terhampar di kawasan seluas 4,5 hektare (panjang 300 meter dan lebar 150 meter). Sayangnya, kini jumlah dan luas kawasan tersebut menyusut drastis.Menurut Rudolf W Matixidas dan Budiman dalam bukunya Pesona Wisata Bengkulu (2008), jumlah nisan yang tersisa kini hanya 53 makam. Sementara itu, luas kawasan tersebut tinggal seperempat dari luas semula, yakni cuma 1,125 hektare.
Sumber:www.bengkulukota.go.id
Wisata Indonesia Surga Dunia

Tugu Thomass Parr

wisatanesia.com--Tugu Thomass Parr terletak di sebelah tenggara dan berjarak 170 m dari Benteng Marlborough. Keletakan geografis tugu ini adalah 03o47?19,16? LS dan 102o15?04,1? BT. Tugu ini berupa bangunan monumental untuk memperingati residen Thomas Parr yang tewas dibunuh rakyat Bengkulu. Tugu ini berdenah segi 8 dan mempunyai tiang-tiang bergaya corintian. Pintu masuk pada tugu ini terdapat di bagian depan dan sisi kanan dan kiri. Bentuk dari pintu masuk ini lengkung sempurna dan tidak mempunyai daun pintu. Pada salah satu dinding di ruang dalam tugu terdapat sebuah prasasti, tapi pada saat ini sudah tidak dapat dibaca lagi. Bagian atas tugu mempunyai atap yang berbentuk kubah. Berdasarkan lukisan Joseph C Stadler dalam buku Prints of Sotut East Asia in The India Office Library terlihat di lokasi tugu ini terdapat Gedung Pemerintahan dan Gedung Dewan EIC. Pada saat ini sisa-sisa kedua bangunan tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi karena lokasi tersebut sudah merupakan kawasan pertokoan dan pusat pemerintahan Dati I Bengkulu.

Monumen ini dibangun untuk mengenang Thomas Parr, seorang Residen Bengkulu dari Inggris yang tewas ditikam dan kemudian dipenggal kepalanya oleh penduduk setempat pada tahun 1807 ketika ia tengah beristirahat di rumahnya. Thomas Parr diduga dibunuh oleh orang-orang Bugis yang bekerja sebagai anggota keamanan perusahaan dagang Inggris (East India Company). Thomas Parr merasa khawatir dengan perkembangan kekuatan pasukan Bugis ini dan berupaya untuk mengurangi peran mereka, namun orang Bugis merasa tidak senang hingga akhirnya ia terbunuh. Inggris membalas kematian Parr dengan menembaki sejumlah penguasa lokal yang dicurigai berada dibalik pembunuhan tersebut dan membumihanguskan desa-desa tempat tinggal mereka.
Wisata Indonesia Surga Dunia