Popular Posts

Pantai Sasak

Wisatanesia.com-Pantai Sasak merupakan pantai yang berada di Nagari Sasak Kecamatan Sasak,Kabupaten Pasaman Barat,Sumatera Barat, tepatnya di Pantai sebelah Barat Indonesia, berjarak 20 km dari pusat Kota Simpang Empat atau 140 km dari Kota Padang. Jalan menuju pantai Sasak tidak terlalu sulit dan tidak memakan waktu yang terlalu lama untuk di datangi.

Dengan menaiki angkutan umum kita sudah bisa sampai ke pantai sasak tersebut atau ada juga pilihan menggunakan ojek dan tentu ongkos lebih mahal,atau untuk lebih mudahnya bisa menggunakan Kendaraan Pribadi,baik Roda empat maupun roda dua.


Para Wisatawan yang baru pertama kali menginjakan kaki di objek wisata Pantai Sasak akan mendapatkan sebuah kesan tak terlupakan. Sebuah pantai yang indah dan masyarakat yang ramah akan menjadi ciri khas Pantai Sasak.deburan ombak yang menggelegar disertai keramahtamahan masyarakatnya yang ada di sekitar pantai sasak. Pantai sasak yang landai berpasir putih dipastikan mampu memikat hati para penikmat suasana pantai.

Keindahan pantai yang tetap terjaga, menjadikan masyarakat Pasbar tetap menjadikan pantai ini sebagai objek wisata unggulan. Namun Pantai sasak belum terlalu dikenal di luar Kabupaten Pasaman barat.Wisata di Indonesia Surga Dunia.

Tugu Pahlawan

Wisatanesia.com-Tugu Pahlawan, merupakan sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya,Monumen pahlawan ini berada di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dan di dekat Kantor Gubernur Jawa Timur.

Tugu Pahlawan merupakan salah satu ikon Kota
Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Tugu ini merupakan titik 0 kilometer untuk kota Surabaya. Berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektar, dan secara administratif berada di wilayah Kelurahan Alun-Alun Chontong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

Monumen ini setinggi 45 yard (40.5 meter) berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan lengkungan mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Bangsa Indonesia.

Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.

Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.

monumen ini diprakarsai oleh Doel Arnowo, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Besar Surabaya. Kemudian ia meminta Ir. Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud, untuk selanjutnya diajukan kepada Presiden Soekarno.

Sedangkan menurut Ir. Soendjasmono, pemrakarsa monumen ini adalah Ir. Soekarno sendiri. Ide ini mendapat perhatian khusus dari Walikota Surabaya, Doel Arnowo. Untuk perencanaan dan gambarnya diserahkan kepada Ir. R. Soeratmoko, yang telah mengalahkan beberapa arsitektur lainnya dalam sayembara untuk pemilihan arsitek untuk membangun monumen ini.


Pada awalnya pekerjaan pembangunan Monumen Tugu Pahlawan ditangani Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja. Monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 Nopember 1952.Wisata di Surabaya Surga Dunia.

Masjid Agung Surakarta

Wisatanesia.com-Masjid Agung dibangun oleh Sunan Paku Buwono III tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768. Masjid ini merupakan masjid dengan katagori Masjid Jami, yaitu masjid yang digunakan untuk sholat lima waktu dan sholat Jumat,Masjid Agung Surakarta Berada di sebelah Barat Dari Keraton Kasunanan. Dengan status Masjid Negara/Kerajaan karena segala keperluan masjid disediakan oleh kerajaan dan masjid juga dipergunakan untuk upacara keagamaan yang diselenggarakan kerajaan.



Masjid Agung merupakan kompleks bangunan seluas 19.180 meter persegi yang dipisahkan dari lingkungan sekitar dengan tembok pagar keliling setinggi 3,25 meter. Bangunan Masjid Agung Surakarta secara keseluruhan berupa bangunan tajug yang beratap tumpang tiga dan berpuncak mustaka.



Serambi, mempunyai semacam lorong yang menjorok ke depan (tratag rambat) yang bagian depannya membentuk kuncung.

Ruang Sholat Utama, mempunyai 4 saka guru dan 12 saka rawa dengan mihrab dengan kelengkapan mimbar sebagai tempat Khotib pada waktu Sholat Jumat.

Pawestren, (tempat sholat untuk wanita) dan Balai Musyawarah,

Tempat berwudhu



Pagar Keliling, dibangun pada masa Sunan Paku Buwono VIII tahun 1858.

Pagongan, terdapat di kiri kanan pintu masuk masjid, bentuk dan ukuran bangunan sama yaitu berbentuk pendapa yang digunakan untuk tempat gamelan ketika upacara Sekaten (Upacara Peringatan hari lahir Nabi Muhammad S.A.W.)



Istal dan garasi kereta untuk raja ketika Sholat Jumat dan Gerebeg, diperkirakan dibangun bersamaan dengan dibangunnya Masjid Agung Surakarta.



Gedung PGA Negeri, didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono X (1914) dan menjadi milik kraton.

Menara Adzan, mempunyai corak arsitektur menara Kutab Minar di India. Didirikan pada tahun 1928.



Tugu Jam Istiwak, yaitu jam yang menggunakan patokan posisi matahari untuk menentukan waktu shollat.

Gedang Selirang, merupakan bangunan yang dipergunakan untuk para abdi dalem yang mengurusi masjid Agung.