Popular Posts

Showing posts with label Wisata Banyuwangi. Show all posts
Showing posts with label Wisata Banyuwangi. Show all posts

Pantai Blimbingsari

Pantai Blimbingsari
Pantai Blimbingsari terletak di Kecamatan Rogojampi,Banyuwangi, Jawa Timur.Pantai Blimbingsari terletak kira - kira 15 km ke timur dari kota Rogojampi dan 23 km,di selatan dari kota Banyuwangi ,Jawa Timur, dan juga masih satu jalur dengan Bandara Blimbingsari.

Pantai Blimbingsari merupakan pantai yang indah dan bersih,mungkin Nama Pantai Blimbingsari Masih Kalah Tenar dengan Pantai-Pantai yang ada di Kabupaten Banyuwangi,Misal Pantai Grajagan dan Pantai Plengkung,Tapi Bila wisatawan datang ke Pantai Blimbingsari tidak akan Menyesal.

Pantai Blimbingsari terkenal dengan ikan bakarnya. Banyak para pengunjung yang datang terutama pada hari Minggu dan hari libur,dan Ramai lagi bila liburan Hari Raya.

Pantai Blimbingsari
Para pengunjung dapat menikmati keindahan pantai. Upacara petik laut Blimbingsari yang biasanya diadakan setiap bulan Suro.

Pantai Blimbingsari
Pantai Blimbingsari cocok untuk melepas penat diakhir pekan buat anda yang berada di Kabupaten Banyuwangi ataupun sekitarnya..

Watu Dodol

Watu Dodol
Watu Dodol Bila Anda hendak ke Bali melalui jalur utara Pulau Jawa, sebelum tiba di Banyuwangi Anda akan melewati
.Letaknya di pinggir pantai, ditandai dengan patung Gandrung, ikon
Banyuwangi.Jawa Timur.

Bila Anda tidak ingin berlama-lama di Banyuwangi, sebaiknya sempatkan mampir ke Watudodol. Banyak hal yang menarik di sini. Selain patung Gandrung dan pantainya yang indah, pulau Bali terlihat dari sini. Anda bisa melihat feri menyeberang dari pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk. Mampirlah ke pantainya, di sepanjang jalan terdapat banyak orang berjualan. Anda juga bisa mandi di pantainya, atau berlayar dengan perahu nelayan.

Di salah satu bibir pantai ada keajaiban. Mungkinkah sebuah sumur tawar ada di pinggir pantai? Aneh tapi nyata, di Watudodol, ditemukan sumber air tawar. Rasanya tidak asin ataupun antak. Kalau pasang, air bisa masuk ke dalam sumber air ini, tapi airnya tetap tidak asin. Agar tidak terlalu sering terkena air pasang, warga setempat membuatkan pembatas yang dibuat jadi semacam sumur. Jadi bagi mereka yang ingin mengambil airnya bisa menggunakan timba.

Watu Dodol
Masyarakat Bali bila menjelang hari suci seperti Waisak, selalu memenuhi tempat ini. Bukan cuma warga Bali, mereka yang datang dari berbagai penjuru tanah air menyempatkan diri datang ke sumur ini untuk mengambil air sumur tawar itu. “Banyak yang percaya, air itu bisa menyembuhkan rematik atau penyakit lainnya,”.

Patung Gandrung adalah salah satu tempat yang tidak bisa Anda lupakan ketika Anda ingin berfoto. Fondasi patung yang berada di atas pantai ini sudah selesai tahun 2003 lalu. Tetapi pembuatan patung Gandrung baru selesai sekitar akhir 2004 lalu. “Yang mahat 3 orang, 1 orang Banyuwangi, 1 orang Jawa Tengah, dan 1 orang dari Bali,”

Watu Dodol
Proses pengerjaannya memakan waktu 3 bulan. Salah satu pelukisnya bernama Wayan, warga Bali yang tinggal di
Banyuwangi.

Jangan dulu buru-buru pulang atau pergi ke Bali, sebelum Anda melihat ada sebuah batu besar yang terletak persis di tengah jalan di Watudodol tak jauh dari patung Gandrung. Batu ini mirip dodol. Rupanya batu yang tinginya kira-kira setinggi tiang listrik merupakan muasal wilayah itu disebut Watudodol. Mungkin karena bentuknya yang seperti dodol.

Batu ini menjadi unik karena memiliki sejarah sendiri dan cerita mistik di dalamnya. Daerah ini pernah dijadikan sebagai tempat pertahanan dan perlidungan tentara Jepang ketika Perang Dunia II. Karena dianggap mengganggu, batu yang berdiameter sekitar 10 pelukan orang dewasa ini oleh tentara Jepang pernah hendak dipindahkan. Namun, walau sudah puluhan orang dikerahkan untuk memotong batu tersebut agar bisa digulingkan, tidak membawa hasil. Lalu Jepang memutuskan memindakan batu itu dengan ditarik kapal. Ternyata sang batu tetap saja tak bergeming. Kabarnya malah kapal yang menarik itu tenggelam.

Selain mengunjungi sumur air tawar, orang Bali khususnya para sopir truk sering berhenti di Watudodol untuk memberikan persembahan di batu ini, seperti kembang, buah-buahan, uang dan sebagainya.
Di samping pesona keindahan dan mistik, Watudodol menyimpan catatan sejarah yang menarik. Watudodol adalah pintu gerbang ke wilayah paling timur pulau Jawa. Bala tentara bisa masuk dari sini menuju ke selatan (Jember) atau ke arah barat (Situbondo).

Tanggal 14 April 1946, Belanda ingin mengadakan percobaan pendararatan di Ketapang, tapi berhasil dihalau oleh tokoh masyarakat Banyuwangi di antaranya Pak Nusahra. Ketika Belanda akan mencoba mendarat di pantai Meneng dan pelabuhan Ketapang, pada 20 Juli 1947, Belanda kembali gagal, karena mendapat perlawanan meriam yang gigih dari pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayor R. Abdul Rifai. Esoknya, Belanda kembali berusaha merebut Watudodol dengan mengerahkan pesawat tempur, tapi kembali terpukul setelah kapal mereka berhasil ditenggelamkan.

Jika Anda lapar atau ngantuk serta bermaksud hendak menginap, di Watudodol Anda bisa mampir di restoran dan hotel di sekitar itu. Tarifnya berkisar antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000.
Wisata Indonesia Surga Dunia

Mangrove Bedul

Objek Wisata Mangrove Bedul, merupakan nama tempat wisata yang berada di Banyuwangi Selatan, tepatnya di Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo,Banyuwangi,Jawa Timur. Kawasan wisata Mangrove ini tergolong masih baru, karena baru dibuka. tepatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri 2009 lalu walaupun belum dibuka secara resmi.

Kawasan wisata Bedul menawarkan wisata hutan mangrove yang masih alami. Untuk menuju ke Bedul, dari pusat Kota Banyuwangi anda bisa menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, baik menggunakan mobil atau motor, untuk rutenya sendiri dari Kota Banyuwangi anda bisa ke arah Rogojampi lalu Srono, melewati kota ikan Muncar, Pasar Sumberayu, Tegaldlimo, Jatirejo, Curah Jati dan akan baru sampai di pasar Sumberasri.

Dari pasar sumberasri anda ke arah Selatan mengikuti jalan yang sudah di aspal berjarak sekitar 8 Km. Sepanjang perjalanan anda akan melewati hijaunya areal persawahan. Dan melewati Sedikit Hutan jati yang sudah gundul akibat penebangan yang dilakukan oleh warga sekitar.


Untuk bisa Mengelilingi hutan Mangrove Bedul ini anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. hanya dengan sekitar Rp.15.000 saja untuk dapat mengelilinginya dengan menggunakan perahu bersama dengan penumpang lain. Kapal-kapal ini bisa memuat sekitar 10 hingga 15 orang untuk sekali jalan. Walaupun udara di objek wisata Mangrove Bedul cukup panas, namun nikmati hutan mangrove sembari diterpa sepoinya angin laut membuat panas yang menyengat tidak begitu terasa.

Dan Waktu yang terbaik untuk menikmati Bedul adalah pagi hari, dimana udara masih belum begitu panas. Selain itu kicauan berbagai jenis burung yang terbang bebas membuat suasana pagi begitu sempurna di Objek wisata Bedul.Wisata Banyuwangi Surga Dunia.