Popular Posts

Showing posts with label Wisata Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Wisata Yogyakarta. Show all posts

Taman Pintar

Taman Pintar YogyakartaTaman Pintar adalah wahana ekspresi, apresiasi, dan keasi sains dalam suasana yang menyenangkan.Dengan misi : menumbuh kembangkan minat anak dan generasi muda terhadap sains melalui imajinasi, percobaan dan permainan dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia Indonesia yang berkualitas.
tujuan dari pembangunan taman pintar itu sendiri bertujuan untuk:

  • Menyediakan sarana pembelajaran sains siswa yang mendukung kurikulum pendidikan.
  • Memotivasi anak dan generasi muda untuk mencintai sains
  • Membantu guru dalam mengembangkan pengajaran di bidang sains
  • Memberi alternatif wisata sain

Taman Pintar dibangun di kawasan pusat kota Yogyakarta yang berdekatan dengan benteng vredeburg, Taman Budaya, Istana Negara, Malioboro, dan Kraton Yogyakarta.
Hal ini menjadikan lokasi TAMAN PINTAR sebagai kawasan premium di Kota Yogyakarta karena keberadaannya di kawasan pusat bisnis dan budaya Kota Yogyakarta.

Taman Pintar Yogyakarta
Bangunan Taman Pintar ini dibangun di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada di sekitarnya, seperti Taman Budaya, Benteng Vredeburg, Societiet Militer dan Gedung Agung.

Relokasi area mulai dilakukan pada tahun 2004, dilanjutkan dengan tahapan pembangunan Tahap I adalah Playground dan Gedung PAUD Barat serta PAUD Timur, yang diresmikan dalam Soft Opening I tanggal 20 Mei 2006 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo.

Pembangunan Tahap II adalah Gedung Oval lantai I dan II serta Gedung Kotak lantai I, yang diresmikan dalam Soft Opening II tanggal 9 Juni 2007 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo dan Menristek, Kusmayanto Kadiman, serta dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Pembangunan Tahap III adalah Gedung Kotak lantai II dan III, Tapak Presiden dan Gedung Memorabilia.
Dengan selesainya tahapan pembangunan, Grand Opening Taman Pintar dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008 yang diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

JAM BUKA Taman Pintar:

Setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 09.00 - 16.00 WIB (Hari Senin Tutup)

FASILITAS:
  • Alat peraga iptek interaktif
  • ruang pameran dan audiovisual
  • Food court
  • Mushola
  • Toko souvenir

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949Wisatanesia.com-Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan Monumen yang didirikan untuk mengenang sebuah serangan yang dilakukan oleh pemerintah indonesia terhadap Belanda.Monumen ini berada di utara Keraton Yogyakarta,dan berada di selatan Benteng Vredeburg serta Malioboro,dan juga berada di sebelah timur dari Gedung Agung.

Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman.

untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949
serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta.Wisata Indonesia Surga Dunia.

Gedung Agung Yogyakarta

Gedung Agung YogyakartaIstana Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Gedung Agung berada di pusat keramaian kota yogyakarta, tepatnya berada di Jalan Ahmad Yani atau juga berada di selatan dari Jalan Malioboro,atau juga berada di sebelah utara dari Keraton Yogyakarta,sebelah Barat dari Benteng Vredeburg dan Taman Pintar. Kawasan gedung agung berada di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, dan berada pada ketinggian sekitar120 m dari permukaan laut. Kompleks Gedung Agung ini menempati lahan seluas kira-kira sekitar 43.585 m².

Gedung Agung, sama halnya dengan istana Kepresidenan lainnya yaitu sebagai kantor dan kediaman resmi Presiden Republik Indonesia. Selain itu juga Gedung Agung sebagai tempat menerima atau menginap tamu-tamu negara. Sejak 17 Agustus 1991, Gedung Agung ini digunakan sebagai tempat memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta dan penyelenggaraan Parade Senja setiap tanggal 17 yang dimulai 17 April 1988.

Gedung Agung YogyakartaGedung Agung itu sendiri ada beberapa bangunan yang terdiri atas enam bangunan utama yaitu Gedung Agung (gedung utama), Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu dan Wisma Saptapratala. Gedung utama yang selesai dibangun pada 1869 sampai sekarang bentuknya tidak mengalami perubahan. Ruangan utama yang disebut dengan Ruang Garuda berfungsi sebagai ruangan resmi untuk menyambut tamu negara atau tamu agung yang lain. Selain wisma-wisma tersebut sejak 20 September 1995 komplek Seni Sono seluas 5.600 meter persegi, yang terletak di sebelah selatan, yang semula milik Departemen Penerangan, menjadi bagian Istana Kepresidenan ini.

Gedung Agung YogyakartaDi depan gedung utama dari Gedung Agung, ada sebuah monumen tinggi menjulang tinggi dengan warna putih yang terbuat dari batu andesit yang mempunyai tinggi 3,5 meter yang disebut Dagoba, yang berasal dari Desa Cupuwulatu, di dekat Candi Prambanan.Wisata Indonesia Surga Dunia{berbagai sumber}

Benteng Vredeburg

Benteng VredeburgBenteng Vredeburg terletak di sisi selatan Jalan Malioboro Yogyakarta bersebarangan dengan Istana Negara Gedung Agung. Benteng ini dibangun pada masa penjajahan Belandan tahun 1765 dan saat itu berfungsi sebagai benteng untuk bertahan melindungi Gubernur Hindia Belanda yang tinggal di Gedung Gubernuran (saat ini disebut Gedung Agung).

Benteng Vredeburg juga dilengkapi dengan meriam-meriam yang mengarah ke Keraton Yogyakarta untuk mengantisipasi serangan yang muncul dari tentara Keraton Yogyakarta, walaupun pada akhirnya meriam-meriam tersebut tidak begitu bermanfaat saat terjadi serangan dari gerilyawan Indonesia pada tahun 1949.

Sebagai salah satu peninggalan sejarah, sampai saat ini Benteng Vredeburg dijaga dan dirawat dengan baik. Ini tampak dengan masih kokoh dan terawatnya dinding benteng termasuk selokan yang mengelilingi benteng tersebut, dengan taman yang indah di sekeliling benteng tersebut.

Benteng Vredeburg

Bangunan-bangunan yang ada di dalam kompleks Benteng Vredeburg itu sendiri telah mengalami pemugaran, sehingga tampak kokoh dan asri. Di dalam beberapa bangunan-bangunan tersebut terdapat diorama-diorama yang mengisahkan perjuangan tentara Republik Indonesia dalam masa penjajahan Belanda.

Selain diorama-diorama tersebut, Benteng Vredeburg saat ini juga menjadi salah satu tempat aktivitas budaya dan kesenian di Yogyakarta, ini tampak dengan seringnya benteng ini dimanfaatkan oleh budayawan dan seniman sebagai ajang berkreasi dan memamerkan karya seni dan budaya kepada masyarakat, sebagai contoh ajang FKY yang salah satu kegiatannya dilaksanakan di benteng ini.

Wisata Indonesia Surga Dunia