Popular Posts

Festival Krakatau 2011 Di Gelar Bulan Oktober

Festival Krakatau ke XXI merupakan program unggulan tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung. Festival Krakatau merupakan ajang festival yang diikuti oleh seluruh Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung.

Acara tahun ini disemarakkan oleh berbagai event yang menarik untuk diikuti dan menjadi pertunjukkan yang memperlihatkan keragaman budaya dan kesenian Provinsi Lampung. Oleh karena itu, Festival Krakatau ke XXI juga menjadi event pariwisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keelokan budaya Lampung dan ingin melakukan tour ke Gunung Anak Krakatau.

MAIN EVENT :

  • 12 Oktober 2011, Grand Opening
  • 12 – 14 Oktober 2011, Pasar Wisata Indonesia (TIME)
  • 13 Oktober 2011, Parade Budaya Nusantara
  • 15 Oktober 2011, Tapis Carnival
  • 15 Oktober 2011, Krakatau Night
  • 16 Oktober 2011, Tour Krakatau


SUPPORTING EVENT :
(12 – 16 Oktober 2011)

  • Lomba dan Pameran Foto, Novotel (9 -15 Oktober 2011)
  • Pameran Lukisan, Novotel (12 – 15 Okt 2011)
  • Festival Musik, PKOR Way halim (Sabtu, 8 Okt 2011)
  • Youth free style talent show, PKOR Way Halim (Minggu, 9 Okt 2011 )
  • Festival Layang-layang, Menara Siger (Minggu, 16 Okt 2011)
  • Atraksi Paralayang/paramotor (8,9,15,16 Oktober 2011)
  • Rally Wisata Motor, PKOR Way Halim (8, 9 Oktober 2011)
  • Ethnic Graffity art contest, PKOR Way Halim (Sabtu, 8 Okt 2011)
  • Elephant Show & Tug of War, Lap.Enggal (Sabtu, 15 Okt 2011)
  • Pan Ensamble Music Sumatera, Lap.Korpri (Rabu, 12 Okt 2011)
  • Lampung Culinary Bazaar, Lap.Enggal (Sabtu, 15 Okt 2011)

Info Tentang Festival Krakatau 2011 lihat di:http://www.festivalkrakatau2011.com

Sabang International Regatta 2011

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata meluncurkan even Sabang International Regatta (SIR) 2011 di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenbudpar, Jakarta, Rabu (7/9/2011). Sabang International Regatta 2011 merupakan lomba yacht (perahu wisata) intrnasional yang akan berlangsung mulai tanggal 13-25 September. Para pelayar dengan yacht akan berlayar mulai dari Phuket (Thailand) menuju Langkawi (Malaysia) dan berakhir di pelabuhan alam Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh (Indonesia).

Penyelenggaraan acara Sabang International Regatta ini digelar oleh Kemenbudpar bekerjasama dengan Pemerintah provinsi Aceh, Pemkot Sabang dan didukung Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) dan Royal Langkawi Yacht Club Malaysia.

Dalam pembukaan Sabang International Regatta, Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan, Sabang International Regatta 2011 digelar untuk menempatkan Aceh dalam destinasi wisata dunia serta mengembalikan citra Sabang sebagai destinasi yang bersih, aman dan tertib.

Tujuan diadakannya even Sabang International Regatta 2011 agar Sabang sebagai pusat bahari lebih dikenal ke mancanegara. Even ini akan dijadikan salah satu kalender tetap even internasional," kata Sapta dalam sambutannya.
Sabang memiliki pelabuhan alam menjadi pusat bahari di wilayah utara Indonesia bagian barat.

Pelabuhan Sabang diminati wisatawan mancanegara hal ini terlihat dari banya kapal pesiar (cruise) internasional yang singgal di pelabuhan itu untuk melihat keindahan taman laut seputar Pulau Weh.

Pembukaan SIR dilakukan di Phuket pada 13 September dilanjutkan registrasi ke Langkawi pada 16 September dan start race pada 17 September dari Langkawi menuju Sabang yang diperkirakan bakal tiba pada 19 September.

Para peserta akan disambut dengan pertunjukan kesenian tradisional, pameran foto dan kerajinan serta tour melihat objek wisata bahari di Pulau Weh.
Untuk Info lebih detail tentang Sabang International Regatta:http://www.sabangregatta.com


Sabang International Regatta 2011
15 – 25 September 2011
Jadwal Acara
13 September
Tuesday
1900Pre Regatta Dinner in Phuket
14 September
Wednesday
1000Participants Depart for Langkawi
15 September
Thursday
0900-1700Registration in Royal Langkawi
Yacht Club (RLYC)
16 September
Friday
0900-1200
1430-1700
1600
1930
Registration in RLYC
Registration in RLYC
Skipper Briefing
Opening Dinner in Royal Langkawi Yacht Club
17 September
Saturday
1100Racing all classes including Power Boat
18 September
Sunday
First Power boat arrived in Sabang
19 September
Monday
First Sailing Boat arrives in Sabang
20 September
Tuesday
Last Boat arrived in Sabang
21 September
Wednesday
1500
1930
Cocktail
Opening welcome dinner in Sabang
22 September
Thursday
1000
1030
1930
Sailpast
Racing All classes
Dinner and Fashion Show
23 September
Friday
0900Tsunami Tour to Banda Aceh
24 September
Saturday
1630
1930
Cocktail
Prize giving and closing dinner
25 September
Sunday
1100Official time departing Sabang

Promosi TNK Kemenbupar

Pemerintah Indonesia secara resmi menarik Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam-baru atau New Seven Wonder of Nature (N7WN) yang semula akan dideklarasikanpada 11 November 2011.



Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE Secara resmi mengumumkan keputusan itu dalama cara jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Budpar Jakarta, Senin (15/8). Hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen Pemasaran Pariwisata Kembudpar Dr. Sapta Nirwandar, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemenhut Ir. Darori, MM, kuasa hukum Kembudpar Todung Mulya Lubis, pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, pencetus MURI Jaya Suprana, penggiat komodo Zeby Febriana, perwakilan kementerian terkait serta wakil dari pemerintah Maldives Mr. Simon Hawkins yang terlebih dulu telahmenyatakan secara resmi mengundurkan diri dari kampanye tersebut pada bulan Mei 2011.



Keputusan tersebut dilakukan dikarenakan pihak penyelenggara kampanye New 7 Wonders Foundation telah melakukan tindakan tidakprofesional, tidak konsisten dan tidak transparan, serta tidak memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurut MenbudparJero Wacik, meskipun TNK mengundurkan diri dari kampanye pemilihan tujuh keajaiban alam-baru (N7WN) versi yayasan New 7 Wonders, namun TNK sejak tahun 1991 sudah mendapatkan status World Heritage yang keberadaannya telahdiakui oleh masyarakat dunia melalui lembaga resmi yang kredibel yaitu UNESCO.



Seperti diketahui, awalnya pada bulan Agustus tahun 2008 Kembudpar bersedia menjadi Official Supporting Committee (OSC)/Lead Agency agar TNK dapat terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam-baru (N7WN) yang pemilihannya dilakukan melalui online voting, Kembudpar telah melakukan serangkaiankegiatan kampanye online dan offline baik di dalam maupun di luarnegeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK dan telah membuahkan hasil pada tanggal 21 Juli 2009 saat TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 Finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara.



Yayasan N7W pada awal Desember 2010 menyatakan menyetujui Indonesia (Jakarta) sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan (Official Host) Deklarasi 7 Keajaiban Dunia Alam (New7Wonders of Nature) dan mensyaratkan Pemerintah Indonesia untuk membayar license feese bagai tuan rumah penyelenggaraan deklarasi sebesar 10 Juta USD serta menyiapkan 35 juta USD dari berbagai pihak swasta untuk biaya penyelenggaraan acara deklarasi, padahal Kembudpar baru hanya menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah namun sama sekali belum menandatangani persetujuan apapun maupun mendaftarkan proposal bidding resmi seperti yang diharuskan oleh yayasan N7W pada dokumen New7Wonders Official Host Worldwide Bidding Tender.



Permintaan itu kemudian ditolak oleh Kembudpar,karena dinilai tidak realistis, namun sebagai reaksi penolakan itu, yayasan N7W pada akhir Desember 2010 mengancam akan mengeliminasi TNK sebagai finalis N7W padahal kedua hal tersebut sangat tidak berhubungan dikarenakan keberadaan TNK sebagai finalis kampanye N7WN dan penawaran dari yayasan N7W untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan merupakan 2 (dua) hal yang berbeda dan seharusnya tidak memiliki keterkaitan sama sekali.



Tanggal 7 Februari 2011 pihak N7WF melalui press release memutuskan untuk tetap mempertahankan TNK sebagai finalis namun melakukan tindakan menghapuskan peran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Official Supporting Commitee. Keputusan untuk menidadakan peran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dianggap sepihak dan tidak adil karena tidak didasari dengan alasan yang jelas, selain itu pihak N7W tidak mencabut maupun membatalkan perjanjian Standard Participating Agreement yang merupakan satu-satunya dokumen resmi (legal-binding document) yang telah ditandatangani bersama pada awal kampanye yang menyatakan Kementerian Kebudayaan dan PariwisataadalahOfficial Supporting Committeedari TNK pada kampanye N7WN.



Sementara itu berdasarkan fact finding terhadap kegiatan dan keberadaan yayasan N7W, akhirnya ditemukenali fakta-fakta sebagaiberikut:



- Yayasan N7W sangat berorientasi komersil, walaupun mereka menyatakan diri sebagai yayasan non-profit.



- Pelaksanaan kampanye N7WN sangat tidak konsisten dan transparan, khususnya dalam segiketerbukaan informasi jumlah vote (suara) yang didapatkan oleh masing-masingfinalis;



- Sebagai sebuah organisasi internasional adalah sangat ganjil ketika ditemukan fakta bahwa yayasan N7W tidak memiliki domisili/kantor yang jelas dan dikelola oleh hanya segelintir orang (kemungkinan hanya merupakan virtual office),namun hendak berurusan dengan transaksi jutaan dollar.



Berdasarkan semua fakta tersebut, Kembudpar yang telah berperan sebagaiLead Agency untuk Taman Nasional Komodo pada kampanye N7WN,berketetapan tidak melanjutkan kampanye bersama dengan Yayasan N7W.



Masyarakat dunia tetap akan mengakui Komodo Dragon sebagai the one and only real dragon in the world dan fakta ini tidak akan dapat tergantikan. Untuk ini Kembudpar tetap berkomitmen dengan berbagai pihak untuk mengembangkan dan mempromosikan TNK sebagai kawasan konservasi dandestinasi pariwisata internasional di Indonesia.Melalui branding Komodo the Real Wonder of the World, kita akan promosikan TNK ke seluruh dunia, kata Menbudpar Jero Wacik.



Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar menyatakan, TNK selama tiga tahun telah gencar dipromosikan kemancanegara, TNK telah dikenal masyarakat duni adan kunjungan wisman ke sana meningkat pesat kata Sapta Nirwandar, seraya menyebutkan pada 2007 jumlah wisman yang berkunjung baru sebanyak 16 ribu wisman, namun tahun 2008 dan 2009 meningkat menjadi 21 ribudan 36 ribu wisman, sedang kanpada 2010 melonjak menjadi 45 ribu wisman. (Sumber: Budpar.go.id)