Popular Posts

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Pakaian Adat Toraja Menarik Perhatian Dunia

Seoul - Pakaian adat Toraja yang telah dimodifikasi dan dikenakan oleh duta Indonesia dalam ajang Manhunt International 2011 yang digelar di Korea Selatan (Korsel), Johanica Yanuar, menarik perhatian penonton yang berasal dari 48 negara di dunia.

"Banyak pujian yang disampaikan melalui bebeberapa media termasuk website tentang national costume yang digunakan oleh peserta dari Indonesia, Johanica Yanuar," kata Ketua Tim Indonesia yang juga Brand Manager L-Men, Christian Widi Nugraha, di Seoul.

Kontes pria berbakat tingkat dunia, Manhunt International 2011, digelar di Seoul, Korea Selatan, pada 28 September - 10 Oktober 2011 dan malam final digelar pada Senin malam (10/10) di salah satu kawasan elit Seoul.

Hasil survei sebuah komunitas kontes kecantikan dalam lamannya www.indopageants.com pada Minggu malam (9/10) memprediksikan busana nasional yang dikenakan duta Indonesia akan menjadi The Best National Costume.

Wakil Indonesia, Johanica Yanuar (26), yang berpostur tinggi 182 cm itu mengenakan busana rancangan Dynan Fariz - Jember Fashion Carnaval yang bertemakan Mystical Toraja dalam sesi Traditional Costume Parade.

Busana tersebut merupakan modifikasi pakaian adat Toraja seppa tallung buku yang dilengkapi dengan sayap dan tanduk mengesankan kebesaran dan keagungan salah satu kebudayaan Indonesia.

Widi menambahkan, pemilihan busana yang terinspirasi dari budaya Toraja itu juga sekaligus diharapkan mampu menarik perhatian dunia tentang keaneragamanan budaya Indonesia sehingga mereka tertarik untuk datang dan melancong ke Tanah Air.
(H016)

Sumber Artikel: Antaranews.com
Sumber Gambar : meiyr09.wordpress.com

Tim UNESCO Kunjungi Bali, Nilai Warisan Dunia

Denpasar (ANTARA News) - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika mengatakan, tim dari UNESCO mengunjungi daerah yang menjadi nominasi warisan budaya dunia (WBD) di daerah itu, Oktober mendatang, untuk mengadakan penilaian tahap akhir.

"Dijadwalkan tim penilai akan berada di Bali pada 12-17 Oktober 2011," kata Ketut Suastika, di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, kunjungan tim dari organisasi pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO) tersebut, sebagai penilaian terakhir dari proses penentuan tiga daerah di Bali yang dinominasikan berhak ditetapkan menyandang status WBD.

Ada tiga kawasan di Pulau Dewata yang dinominasikan menjadi WBD, yakni daerah aliran sungai Pakerisan di Kabupaten Gianyar, kawasan persawahan Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, dan Pura Taman Ayun di Kabupaten Badung.

"Kami secara intensif sudah terus melakukan pembenahan, khususnya dalam membangun komitmen masyarakat untuk mendukung proses penilaian itu," ucapnya.

Utamanya, kata dia, diharapkan masyarakat aktif melakukan pembersihan lingkungan dan selalu menjaga kedamaian.

Secara garis besar, lingkup bidang yang menjadi penilaian nanti meliputi tiga aspek yakni sisi "parhyangan" atau Ketuhanan, "pawongan" atau hubungan antarsesama manusia dan "palemahan" atau hubungan harmonis dengan lingkungan.

"Informasi mengenai substansi WBD, secara garis besar masyarakat sudah mengetahuinya. Hal ini sengaja disiapkan dengan matang karena tim asesor dari UNESCO akan bertanya langsung kepada warga yang ditemui nanti di lapangan," ujarnya.

Informasi itu, lanjutnya, akan disaring dan dijadikan bahan sidang UNESCO pada Juni 2012. Di sanalah akan ditentukan apakah kawasan yang dinominasikan dapat ditetapkan sebagai WBD.

"Bahan penilaian yang dipegang tim sudah di kisaran 60 persen, tinggal 40 persen lagi yang dicari dalam kunjungan Oktober mendatang," katanya.

Ia menambahkan, memang kunjungan ini sedikit mundur dari rencana semula yang dijadwalkan akhir September, mengingat kesibukan tim UNESCO untuk mengadakan penilaian serupa di negara lain.

"Untuk memudahkan komunikasi antara masyarakat dengan tim penilai, kami juga sudah menyiapkan penerjemah dan pemandu pada tiap objek itu," ucapnya.
(Sumber: Antaranews, Wayantulus)

Festival Danau Batur Di Gelar Bulan Oktober 2011

Bangli-Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Danau Batur untuk lebih memperkenalkan objek wisata Kintamani, Kabupaten Bangli,Bali, kepada Para wisatawan mancanegara yang akan di gelar pada 10-12 Oktober 2011.

dalam festival Danau Batur ini akan diisi dengan kegiatan pameran makanan yang menampilkan makanan khas Bali dilanjutkan dengan dengan festival buah-buahan.

"Festival makanan ini khusus mendatangkan chef ternama dari beberapa restoran berbintang yang ada di Bali,".Kegiatan lainnya adalah tracking dan lomba perahu mengitari Danau Batur.

Selain itu juga dilaksanakan lokakarya bidang pariwisata sebagai upaya meningkatan kemampuan dan pengenalan objek wisata yang ada di Bali.

"Kegiatan ini akan makin spektakuler karena pada akhir acara juga dilaksanakan `city tour` yang diikuti 15 negara di dunia,".


Jadwal Acara Pada Festival Danau Batur:

Senin, 10 Oktober 2011
10.00 Seremoni Pembukaan "Festival Danau Batur 2011".

10.05 Laporan Penyelenggaraan Kegiatan oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata DR. Sapta Nirwandar.

10.15 Sambutan Selamat Datang oleh Bupati Bangli.

10.25 Sambutan oleh Gubernur Provinsi Bali.

10.40 Sambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik, SE sekaligus meresmikan acara.

11.00 Performance: Koes Plus.

11.30 Lomba: Food Festival dan Fruit Carving.

13.30 Work Shop Pariwisata di Ruang Rapat Museum Gunung Api Batur.

15.30 Pengumuman Lomba.

16.00 Performance: Koes Plus.

Selasa, 10 Oktober 2011
04.00 Lomba Hiking di Gunung Batur.

10.00 Pembukaan acara Festival Danau Batur Hari ke 2 + Kuis KNCN.

10.10 Lomba Perahu Kano di Danau Batur.

13.00 Penerimaan peserta Tour d'Indonesia oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik, SE.

13.30 Performance: Ebiet G.A.D.

14.40 Pengumuman Lomba dan Kuis.

15.10 Hiburan Kesenian Daerah.

Informasi Lengkap Tentang Festival Danau Batur Kunjungi: www.festivaldanaubatur.com

Festival Tari Nusantara Digelar 20-22 September

Bandung - Direktorat Seni Pertunjukan Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara di Gedung Kesenian Jakarta pada 20-22 September.

"Festival kesenian tari ini akan diikuti perwakilan dari 33 provinsi di Indonesia yang menggelar karya seni tari tradisi atau peristiwa budaya yang berakar dari kearifan lokal," kata Matdon, dari Multi Arta Event di Bandung, Minggu.

Kegiatan itu diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk mengenal dan menghargai keanekaragaman seni budaya Indonesia sekaligus mendorong ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan taraf hidup seniman dan masyarakat sekitarnya.

Festival yang digagas Sulistyo S Tirtokusumo itu selain menampilkan koreografer andal, juga akan memamerkan bahan publikasi dan promosi dari materi yang difestivalkan, penulisan deskripsi seni dan saresehan.

Kategori pemenang dalam festival ini adalah penata tari terbaik, penata musik terbaik, penata artistik terbaik, penulis deskripsi terbaik dan publikasi terbaik.

"Kegiatan festival ini sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi penciptaan dan penikmat karya seni tari," kata Nunki Kusumastuti, dosen jurusan tari IKJ.(Sumber: ANTARA News, antarafoto.com)

7 Negara Akan Mengikuti Pesta Rakyat Jabar 2011

Semarak Pesta Rakyat Jabar - De Syukron 2011
Sebanyak tujuh negara dipastikan akan mengikuti kegiatan pada pameran "Semarak Pesta Rakyat Jabar - De Syukron 2011" yang akan digelar di Kompleks Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu (17/9).

"Semarak Pesta Rakyat itu menjadi media interaksi, bertukar dan memperkuat inovasi serta inspirasi antar pelaku usaha di Jawa Barat," kata Kabid Promosi BKPMD Jabar Yusuf Wibisana di Bandung, Rabu.

Ketujuh peserta luar negeri itu dari China, Prancis, Kroasia, Belanda, Belgia, Jepang dan Korea. Selain memamerkan produk juga akan menampilkan pentas seni budaya.

Kegiatan De Syukron 2011 ini, merupakan kelanjutan dari program Pemprov Jabar sebelumnya yang menggelar Cooperative & Halal Fair 2011 yang merupakan pameran besar terakhir tingkat Jabar yang cukup semarak.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) itu merupakan salah satu rangkaian HUT Jabar ke-66 tahun 2011.

Kegiatan yang akan berlangsung sehari penuh itu akan menampilkan keanegaragaman produk yang inovasi, kreatif. unik dan inspiratif dari kabupaten/kota di Jawa Barat yang masih bisa digali dan dikembangkan.

Peserta antara lain dari kalangan organisasi perangkat daeraj, komunitas industri kreatif, kuliner kreatif termasuk unsur perguruan tinggi.

Ketujuh peserta luar negeri itu dari China, Prancis, Kroasia, Belanda, Belgia, Jepang dan Korea.

Kegiatan yang merupakan even syukuran atas HUT Jabar ke-66 itu, juga akan menampilkan aktraksi seni dan budaya dengan menyajikan panggung hiburan sebanyak empat buah panggung, yakni panggung tradisional, modern. utama dan club.

Selain itu atraksi helaran atau arak-arakan berupa fashion on the street, "kaulinan urang lembur" serta komunitas lainnya.

"Semarak Pesta Rakyat De Syukron ini merupakan pencitraan kepada dunia luar bahwa Jabar merupakan daerah yang nyaman dan aman untuk investasi," kata Yusuf.

Sedangkan yang paling spektakuler dari acara ini adalah tampilan video mapping Gedung Sate yang mana akan menjadi acara puncak dan akan menjadi tampilan video mapping terbesar yang pernah ada di Indonesia. (Sumber:Puskompub, Budpar.go.id)

Festival Krakatau 2011 Di Gelar Bulan Oktober

Festival Krakatau ke XXI merupakan program unggulan tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung. Festival Krakatau merupakan ajang festival yang diikuti oleh seluruh Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung.

Acara tahun ini disemarakkan oleh berbagai event yang menarik untuk diikuti dan menjadi pertunjukkan yang memperlihatkan keragaman budaya dan kesenian Provinsi Lampung. Oleh karena itu, Festival Krakatau ke XXI juga menjadi event pariwisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keelokan budaya Lampung dan ingin melakukan tour ke Gunung Anak Krakatau.

MAIN EVENT :

  • 12 Oktober 2011, Grand Opening
  • 12 – 14 Oktober 2011, Pasar Wisata Indonesia (TIME)
  • 13 Oktober 2011, Parade Budaya Nusantara
  • 15 Oktober 2011, Tapis Carnival
  • 15 Oktober 2011, Krakatau Night
  • 16 Oktober 2011, Tour Krakatau


SUPPORTING EVENT :
(12 – 16 Oktober 2011)

  • Lomba dan Pameran Foto, Novotel (9 -15 Oktober 2011)
  • Pameran Lukisan, Novotel (12 – 15 Okt 2011)
  • Festival Musik, PKOR Way halim (Sabtu, 8 Okt 2011)
  • Youth free style talent show, PKOR Way Halim (Minggu, 9 Okt 2011 )
  • Festival Layang-layang, Menara Siger (Minggu, 16 Okt 2011)
  • Atraksi Paralayang/paramotor (8,9,15,16 Oktober 2011)
  • Rally Wisata Motor, PKOR Way Halim (8, 9 Oktober 2011)
  • Ethnic Graffity art contest, PKOR Way Halim (Sabtu, 8 Okt 2011)
  • Elephant Show & Tug of War, Lap.Enggal (Sabtu, 15 Okt 2011)
  • Pan Ensamble Music Sumatera, Lap.Korpri (Rabu, 12 Okt 2011)
  • Lampung Culinary Bazaar, Lap.Enggal (Sabtu, 15 Okt 2011)

Info Tentang Festival Krakatau 2011 lihat di:http://www.festivalkrakatau2011.com

Sabang International Regatta 2011

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata meluncurkan even Sabang International Regatta (SIR) 2011 di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenbudpar, Jakarta, Rabu (7/9/2011). Sabang International Regatta 2011 merupakan lomba yacht (perahu wisata) intrnasional yang akan berlangsung mulai tanggal 13-25 September. Para pelayar dengan yacht akan berlayar mulai dari Phuket (Thailand) menuju Langkawi (Malaysia) dan berakhir di pelabuhan alam Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh (Indonesia).

Penyelenggaraan acara Sabang International Regatta ini digelar oleh Kemenbudpar bekerjasama dengan Pemerintah provinsi Aceh, Pemkot Sabang dan didukung Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) dan Royal Langkawi Yacht Club Malaysia.

Dalam pembukaan Sabang International Regatta, Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan, Sabang International Regatta 2011 digelar untuk menempatkan Aceh dalam destinasi wisata dunia serta mengembalikan citra Sabang sebagai destinasi yang bersih, aman dan tertib.

Tujuan diadakannya even Sabang International Regatta 2011 agar Sabang sebagai pusat bahari lebih dikenal ke mancanegara. Even ini akan dijadikan salah satu kalender tetap even internasional," kata Sapta dalam sambutannya.
Sabang memiliki pelabuhan alam menjadi pusat bahari di wilayah utara Indonesia bagian barat.

Pelabuhan Sabang diminati wisatawan mancanegara hal ini terlihat dari banya kapal pesiar (cruise) internasional yang singgal di pelabuhan itu untuk melihat keindahan taman laut seputar Pulau Weh.

Pembukaan SIR dilakukan di Phuket pada 13 September dilanjutkan registrasi ke Langkawi pada 16 September dan start race pada 17 September dari Langkawi menuju Sabang yang diperkirakan bakal tiba pada 19 September.

Para peserta akan disambut dengan pertunjukan kesenian tradisional, pameran foto dan kerajinan serta tour melihat objek wisata bahari di Pulau Weh.
Untuk Info lebih detail tentang Sabang International Regatta:http://www.sabangregatta.com


Sabang International Regatta 2011
15 – 25 September 2011
Jadwal Acara
13 September
Tuesday
1900Pre Regatta Dinner in Phuket
14 September
Wednesday
1000Participants Depart for Langkawi
15 September
Thursday
0900-1700Registration in Royal Langkawi
Yacht Club (RLYC)
16 September
Friday
0900-1200
1430-1700
1600
1930
Registration in RLYC
Registration in RLYC
Skipper Briefing
Opening Dinner in Royal Langkawi Yacht Club
17 September
Saturday
1100Racing all classes including Power Boat
18 September
Sunday
First Power boat arrived in Sabang
19 September
Monday
First Sailing Boat arrives in Sabang
20 September
Tuesday
Last Boat arrived in Sabang
21 September
Wednesday
1500
1930
Cocktail
Opening welcome dinner in Sabang
22 September
Thursday
1000
1030
1930
Sailpast
Racing All classes
Dinner and Fashion Show
23 September
Friday
0900Tsunami Tour to Banda Aceh
24 September
Saturday
1630
1930
Cocktail
Prize giving and closing dinner
25 September
Sunday
1100Official time departing Sabang

Promosi TNK Kemenbupar

Pemerintah Indonesia secara resmi menarik Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam-baru atau New Seven Wonder of Nature (N7WN) yang semula akan dideklarasikanpada 11 November 2011.



Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE Secara resmi mengumumkan keputusan itu dalama cara jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Budpar Jakarta, Senin (15/8). Hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen Pemasaran Pariwisata Kembudpar Dr. Sapta Nirwandar, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemenhut Ir. Darori, MM, kuasa hukum Kembudpar Todung Mulya Lubis, pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, pencetus MURI Jaya Suprana, penggiat komodo Zeby Febriana, perwakilan kementerian terkait serta wakil dari pemerintah Maldives Mr. Simon Hawkins yang terlebih dulu telahmenyatakan secara resmi mengundurkan diri dari kampanye tersebut pada bulan Mei 2011.



Keputusan tersebut dilakukan dikarenakan pihak penyelenggara kampanye New 7 Wonders Foundation telah melakukan tindakan tidakprofesional, tidak konsisten dan tidak transparan, serta tidak memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurut MenbudparJero Wacik, meskipun TNK mengundurkan diri dari kampanye pemilihan tujuh keajaiban alam-baru (N7WN) versi yayasan New 7 Wonders, namun TNK sejak tahun 1991 sudah mendapatkan status World Heritage yang keberadaannya telahdiakui oleh masyarakat dunia melalui lembaga resmi yang kredibel yaitu UNESCO.



Seperti diketahui, awalnya pada bulan Agustus tahun 2008 Kembudpar bersedia menjadi Official Supporting Committee (OSC)/Lead Agency agar TNK dapat terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam-baru (N7WN) yang pemilihannya dilakukan melalui online voting, Kembudpar telah melakukan serangkaiankegiatan kampanye online dan offline baik di dalam maupun di luarnegeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK dan telah membuahkan hasil pada tanggal 21 Juli 2009 saat TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 Finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara.



Yayasan N7W pada awal Desember 2010 menyatakan menyetujui Indonesia (Jakarta) sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan (Official Host) Deklarasi 7 Keajaiban Dunia Alam (New7Wonders of Nature) dan mensyaratkan Pemerintah Indonesia untuk membayar license feese bagai tuan rumah penyelenggaraan deklarasi sebesar 10 Juta USD serta menyiapkan 35 juta USD dari berbagai pihak swasta untuk biaya penyelenggaraan acara deklarasi, padahal Kembudpar baru hanya menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah namun sama sekali belum menandatangani persetujuan apapun maupun mendaftarkan proposal bidding resmi seperti yang diharuskan oleh yayasan N7W pada dokumen New7Wonders Official Host Worldwide Bidding Tender.



Permintaan itu kemudian ditolak oleh Kembudpar,karena dinilai tidak realistis, namun sebagai reaksi penolakan itu, yayasan N7W pada akhir Desember 2010 mengancam akan mengeliminasi TNK sebagai finalis N7W padahal kedua hal tersebut sangat tidak berhubungan dikarenakan keberadaan TNK sebagai finalis kampanye N7WN dan penawaran dari yayasan N7W untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan merupakan 2 (dua) hal yang berbeda dan seharusnya tidak memiliki keterkaitan sama sekali.



Tanggal 7 Februari 2011 pihak N7WF melalui press release memutuskan untuk tetap mempertahankan TNK sebagai finalis namun melakukan tindakan menghapuskan peran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Official Supporting Commitee. Keputusan untuk menidadakan peran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dianggap sepihak dan tidak adil karena tidak didasari dengan alasan yang jelas, selain itu pihak N7W tidak mencabut maupun membatalkan perjanjian Standard Participating Agreement yang merupakan satu-satunya dokumen resmi (legal-binding document) yang telah ditandatangani bersama pada awal kampanye yang menyatakan Kementerian Kebudayaan dan PariwisataadalahOfficial Supporting Committeedari TNK pada kampanye N7WN.



Sementara itu berdasarkan fact finding terhadap kegiatan dan keberadaan yayasan N7W, akhirnya ditemukenali fakta-fakta sebagaiberikut:



- Yayasan N7W sangat berorientasi komersil, walaupun mereka menyatakan diri sebagai yayasan non-profit.



- Pelaksanaan kampanye N7WN sangat tidak konsisten dan transparan, khususnya dalam segiketerbukaan informasi jumlah vote (suara) yang didapatkan oleh masing-masingfinalis;



- Sebagai sebuah organisasi internasional adalah sangat ganjil ketika ditemukan fakta bahwa yayasan N7W tidak memiliki domisili/kantor yang jelas dan dikelola oleh hanya segelintir orang (kemungkinan hanya merupakan virtual office),namun hendak berurusan dengan transaksi jutaan dollar.



Berdasarkan semua fakta tersebut, Kembudpar yang telah berperan sebagaiLead Agency untuk Taman Nasional Komodo pada kampanye N7WN,berketetapan tidak melanjutkan kampanye bersama dengan Yayasan N7W.



Masyarakat dunia tetap akan mengakui Komodo Dragon sebagai the one and only real dragon in the world dan fakta ini tidak akan dapat tergantikan. Untuk ini Kembudpar tetap berkomitmen dengan berbagai pihak untuk mengembangkan dan mempromosikan TNK sebagai kawasan konservasi dandestinasi pariwisata internasional di Indonesia.Melalui branding Komodo the Real Wonder of the World, kita akan promosikan TNK ke seluruh dunia, kata Menbudpar Jero Wacik.



Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar menyatakan, TNK selama tiga tahun telah gencar dipromosikan kemancanegara, TNK telah dikenal masyarakat duni adan kunjungan wisman ke sana meningkat pesat kata Sapta Nirwandar, seraya menyebutkan pada 2007 jumlah wisman yang berkunjung baru sebanyak 16 ribu wisman, namun tahun 2008 dan 2009 meningkat menjadi 21 ribudan 36 ribu wisman, sedang kanpada 2010 melonjak menjadi 45 ribu wisman. (Sumber: Budpar.go.id)


Indonesia Ingin Jadi Rumah Batik Dunia

Jakarta (ANTARA News) - Staf Ahli Menteri Perindustrian Doddy Soepardi mengatakan, Indonesia bertekad menjadi rumah batik dunia setelah UNESCO mengakui bahwa batik adalah warisan budaya tak benda milik Indonesia.



"Sebagai tindak lanjut dari pengakuan UNESCO itu, kami terus melakukan kegiatan untuk mengembangkan batik," kata Doody yang juga duduk di Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia (YBI) kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.



Ia mengatakan, dalam dua tahun terakhir Indonesia giat melakukan promosi batik di dalam dan luar negeri, terutama melalui pameran,



di antaranya pameran batik warisan budaya beberapa di plasa Kementerian Perindustrian, yang omzetnya mencapai Rp1,7 miliar, dalam empat hari.




Pada 28 September sampai 2 Oktober 2011, Indonesia berencana menggelar TautanWorld Batik Summit di Jakarta, dengan mengambil tema "Indonesia Global Home Batik."(sumber: Antara News)


Ibu Negara Akan Buka Pameran Kridaya 2011

Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono akan membuka Pameran Kridaya 2011 yang digelar di Jakarta Convention Center pada 3-7 Agustus 2011. Pameran kerajinan berbasis budaya kali ini akan menampilkan bambu sebagai ikon pameran Kridaya 2011.



"Ikon bambu yang ditampilkan dalam pameran Kridaya 2011 ini dalam rangka mengapresiasi serta melestarikan angklung yang tahun 2010 lalu telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia," kata Ny. Triesna Jero Wacik dalam jumpa pers mengenai persiapan pameran Kridaya 2011 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (28/7).



Menurut Triesna Wacik yang juga sebagai Ketua Umum Kridaya 2011, ditampilkannya produk bambu sebagai ikon pameran Kridaya 2011 mendapat apresiasi dari Ibu Negara, "Beliau berkenan hadir untuk membuka dan memberikan sambutan," katanya.



Dalam acara pembukaan pameran akan ditampilkan pegelaran musik Simponi Musik Bambu yang dimainkan dengan beberapa instumen musik terbuat dari bambu seperi angklung, jegog Bali, calung, suling, saluang, sebagai kolaborasi seni dari berbagai daerah yang dipadukan menjadi kesatuan aransemen irama musik dan lagu.



Selama pameran juga ditampilkan alat musik angklung yang dimainkan dengan tenaga listrik. Angklung listrik ini sangat unik karena tidak memerlukan banyak pemain karena secara otomatis dikendalikan dengan komputer. Nuansa bambu modern juga ditampilkan dalam dekorasi pameran, alat musik seperti biola bambu, furniture, interior, hingga souvenir berbahan dasar bambu.



Pameran Kridaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Sulam Indonesia tahun ini untuk kali kedua. Pada pameran pertama tahun lalu menampilkan batik sebagai ikon pameran. Tujuan pameran ini untuk mempromosikan aneka ragam keindahan dan keunggulan budaya bangsa serta membangun citra positif kebudayaan Indonesia di mata internasional.



Pameran juga mengetengahkan nilai-nilai tradisional hasil produk budaya Indonesia, sehingga menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata 2011, kata Bramantyo dari PT Mediatama Binakreasi sebagai penyelenggara pameran Kridaya 2011. Pameran yang menampilkan produk kerajinan berbasis budaya seperti batik, wayang, keris, tenun, perhiasan mutumantikam ini dimeriahkan dengan aneka lomba dan pegelaran kesenian, serta demo di antaranya proses pengolahan bambu sampai menjadi produk kerajinan.



Selain itu disediakan makanan (tanjil) untuk berbuka puasa. Sebanyak 400 UKM dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam pameran yang menempati 300 stand terbagi dalam 3 hal; main lobby, assembly, dan plenary hall. Selama lima hari pameran ditargekan akan dikunjungi 35 ribu pengunjung dengan target trasaksi Rp 17,5 miliar. (Pusinpub,Budpar)

World Batik Summit 2011 Digelar di Indonesia

Indonesia akan menyelenggarakan World Batik Summit 2011 yang memilih tema "Indonesia: Global Home of Batik" di Balai Sidang Jakarta Convention Center, 28 September-2 Oktober 2011. Kementerian Perdagangan dan Kementerian terkait bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia dalam penyelenggaraan World Batik Summit (WBS) ini.

"World Batik Summit (WBS) ini diharapkan dapat membangun antusiasme batik secara internasional dan mendukung praktisi dan penggemar batik di seluruh dunia," ujar Dipo Alam, salah satu pendiri Yayasan Batik Indonesia.

WBS juga diharapkan menghasilkan terbentuknya suatu forum bagi pengrajin dan industri batik di seluruh dunia. "Kegiatan ini ingin mengatakan bahwa batik boleh saja dikembangkan dan dibuat di mana saja, tetapi rumahnya harus tetap di Indonesia," Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengemukakan.

WBS mengundang 1.000 delegasi dari kalangan pakar busana, praktisi, akademisi, dan pecinta batik, baik di Indonesia mapun dari dunia internasional. Ajang ini bisa menjadi suatu ajang promosi bagi para produsen batik, pengrajin, dan pihak industri melalui pameran berskala dunia.

Batik Indonesia sendiri, pada 2009, telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan kekayaan budaya manusia yang tidak berwujud.

Sumber Berita Lihat Di Sini: http://nationalgeographic.co.id

Menbudpar Diharapkan Buka Festival Bahari Togean

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik diharapkan membuka Festival Bahari Togean di Pulau Wakai, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, 23-27 Juli 2011.

"Saya dan Bupati Tojo Unauna Damsyik Lajalani sudah bertemu menteri (Menbudpar-red.) beberapa waktu lalu, dan beliau menyatakan bersedia datang ke Togean untuk membuka festival ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah Suaib Djafar di Palu, Sabtu.

Menurut Suaib, sebelum Festival Bahari Togean dimulai akan digelar pekan budaya daerah di Kota Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Unauna pada 17-21 Juli 2011.

Menurut dia, Festival Togian merupakan salah satu kegiatan pariwisata daerah yang masuk kalender kegiatan pariwisata nasional. Festival itu digelar setiap Juli kemudian dilanjutkan dengan Festival Danau Poso pada Agustus setiap tahun.

Ada beberapa kegiatan yang digelar selama tiga hari penyelenggaraan Festival Togian, yakni parade perahu hias, lomba dayung, lomba selam, parade busana tradisional, pameran produk seni dan kuliner lokal, pergelaran tari dan seni, voli pantai dan tarik tambang di atas perahu, serta pemilihan putra-putri wisata Kepulauan Togian.

Kepala Humas Pemkab Tojo Unauna Syarif Lasawedi yang dihubungi di Ampana mengemukakan, Pemkab Tojo Unauna sudah siap menggelar Festival Togean dan Pekan Budaya Daerah Sulawesi Tengah.

Pekan budaya daerah ini akan dibuka Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada Minggu (17/7) petang dan diikuti ratusan duta seni dan budaya dari 11 kabupaten/kota se-Sulteng, serta ada pula duta seni dari Solo, Yogyakarta dan Bandung.

Menurut Syarif, para delegasi akan tiba di Ampana mulai Sabtu (16/7) siang ini dan akomodasi sudah tersedia. Kota Ampana saat ini tampak meriah dengan umbul-umbul, sementara lapangan Stamina, Ampana, yang akan menjadi pusat kegiatan pekan budaya tersebut masih terus dibenahi.

Pesta budaya daerah ini akan menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari berbagai suku di Sulawesi Tengah dan berbagai daerah di Indonesia, serta pameran kekayaan seni dan budaya daerah masing-masing.

Ia berharap pekan budaya ini akan dihadiri puluhan wisatawan mancanegara yang saat ini berada di Kota Ampana. Wisatawan mancanegara yang umumnya berasal dari berbagai negara di Eropa itu, sebagian dalam perjalanan kembali usai menikmati keindahan alam bawah laut Kepulauan Togean, dan sebagian lagi baru akan menyeberang ke pulau-pulau di Togean untuk menikmati wisata selam. (Antaranews.com)

Karnaval Warnai Pembukaan Festival Danau Sentani

Sentani- Ratusan masyarakat termasuk paguyuban yang berada di Kabupaten Jayapura, Papua, akan mengikuti Karnaval Nusantara mengawali pembukaan pesta akbar budaya Festival Danau Sentani (FDS) yang ke-4 tahun 2011, Sabtu.

Acara pembukaan Karnaval Nusantara akan dimulai sekitar pada pukul 10.30 Waktu Indonesia Timur (WIT) hingga pukul 14.00 WIT dengan titik start dari Lapangan Upacara Bupati Jayapura di Gunung Merah Sentani menuju Kota Jayapura finis di PTC Entrop.

Karnaval tersebut diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten/Kota Jayapura dilepas oleh Wakil Bupati Zadrak Wamebu,SH.MM, dan diterima oleh Bupati.

Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri yang turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, serta menggenakan busana daerah masing-masing.

Setelah sampai di PTC Entrop masing-masing paguyuban menampilkan tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.

Bahkan pada akhir kegiatan seluruh paguyuban menjadi satu dan menampilkan tari-tarian masing-masing, namun tetap terlihat kompak,

Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae,S.Sos.MM, pada kesempatan tersebut mengatakan penyelenggaraan karnaval nusantara dalam pelaksanaan Festival Danau Sentani adalah sebagai atraksi arak-arakan seni budaya, juga dimaksudkan untuk memelihara identitas dan membangun kekhasan seni budaya di masing-masing daerah di tanah air.

"Ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan diantara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin diantara sesama," katanya.

Festival Danau Sentani ke-4 2011 yang akan dimulai pada Minggu (19/6) mengusung tema "Love Pece and Harmony" atau Cinta Kasih, Damai dan Rukun".

Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara diantaranya adalah pagelaran budaya, pameran, dan tour wisata.

Sumber:(ANTARA News)

Besok, Festival Danau Sentani

Pesta budaya Festival Danau Sentani ke-4 2011 tinggal sehari lagi. Menurut Bupati Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Habel Melkias Suwae, dalam pelaksanaannya, festival akan melibatkan seluruh masyarakat nusantara.

Ia mengatakan, pesta budaya masyarakat Papua yang dimulai sejak 2008 ini diberi nama Festival Danau Sentani, namun diikuti semua masyarakat se-nusantara yang berada di provinsi tertimur Indonesia ini, khususnya di Kabupaten Jayapura.

"Kita beri kesempatan seluruh paguyuban di Tanah Papua terlebih khusus di Kabupaten Jayapura juga mengambil bagian dalam pelaksanaan FDS dengan menampilkan kebudayaannya masing-masing," kata Bupati Habel.

Habel Suwae yang juga calon Gubernur Papua periode 2011-2016 dari Partai Golkar ini menambahkan, pada prinsipnya, FDS adalah sebagai satu upaya untuk mengangkat dan melestarikan budaya tradisional dan memperkenalkan kepada generasi muda.

"Melalui FDS ini kita berupaya mengangkat budaya tradisional masyarakat Papua, juga sebagai upaya mengalihkan budaya tradisional ini ke generasi muda," terang bupati yang terkenal dengan bapak pemberdayaan ini.

Menurut Bupati Habel Suwae, keterlibatan seluruh masyarakat nusantara yang ada di Jayapura dalam pelaksanaan FDS, merupakan cerminan kehidupan yang harmonis didaerahnya. Lebih dari itu, kata dia, Festival Danau Sentani juga adalah salah satu sarana atau media untuk membangun kebersamaan diantara sesama suku bangsa yang ada di Papua.

Dengan demikian antara masyarakat asli Papua dan masyarakat dari luar saling mempelajari, saling mengetahui, serta saling memahami perbedaan. Agar anggapan selama ini bahwa yang mendiami tanah ini bukan hanya orang Papua tetapi juga ada saudara-saudara dari luar telah ikut bersama-sama menyukseskan pembangunan di provinsi tertimur Indonesia ini.

Festival Danau Sentani telah menjadi kalender tahunan parawisata di Papua, yang diselenggarakan setiap tanggal 19-23 Juni, di Kawasan Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur.

Untuk pelaksanaan Festival Danau Sentani ke-4 tinggal dua hari lagi, memasuki H-2 persiapan terus dilakukan oleh panitia termasuk melakukan kerja bakti di kawasan wisata Khalkote, pengecekan anjungan, dan persiapan dari masing-masing kordinator kegiatan.

Begitu pula bagi kabupaten/kota yang siap untuk memeriahkan pesta budaya tahunan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Jayapura ini telah siap.

Sumber:Antara.

Tour de Singkarak 2011 Dimulai Kemarin

Ajang balap sepeda (sport tourism) internasional Tour de Singarak (TDS) 2011 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dimulai kemarin (6/6). "Para peserta akan start di etape 1 dari Kota Padang," kata Sapta Nirwandar, Direktur Jenderal Pemasaran Kemenbudpar yang juga sebagai ketua panitia TDS 2011.

Di etape pertama, para peserta akan menempuh rute sejauh 85,4 km, yang terdiri dari 7 lap. Dimulai dari Taman Budaya Padang, melewati beberapa pusat kota seperti Jl. Hayam Wuruk, Diponegoro, Ahmad Yani, Sudirman, Rasuna Said, Juanda, Veteran, Olo Adang, Samudera, dan kembali finish di Taman Budaya. "Para peserta akan menikmati keindahan kota Padang, "ujar Sapta. Ia menambahkan, setelah finish nanti, para peserta bisa menikmati kekayaan kuliner dan kesenian khas Sumatera Barat.

Tour de Singkarak diharapkan memacu pembangunan infrastruktur daerah dan membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi bagi perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan objek wisata. Efek positif juga akan dirasakan masyarakat Sumatera Barat.



Menurut Sapta, Tour de Singkarak merupakan ajang olahraga internasional yang digunakan untuk mengenalkan pariwisata Sumatera Barat. Sumatera Barat memiliki 19 kabupaten. Saat ini sudah 12 kabupaten yang terlibat. Mudah-mudah akan terus bertambah di tahun berikutnya, sehingga destinasi wisata yang diperkenalkan juga bertambah, harap Sapta. Kali ini Tour de Singkarak menambahkan satu destinasi wisata yakni Lembah Harau pada etape 4. Sebuah jurang besar berdiameter mencapai 400 m, dikelilingi tebing-tebing granit yang menjulang setinggi 80 hingga 300 m dengan bentuknya yang unik.

Diikuti 234 pembalap sepeda dari 15 tim negara dan 11 tim nasional, Tour de Singkarak kali ini melombakan 7 etape, sepanjang 793,3 km, untuk memperebutkan total hadiah 75.000 USD. Memasuki tahun ketiga, skor Tour de Singkarak 2011 sudah mencapai 2,2. Hampir menyusul Tour de Langkawi, di Malaysia yang sudah berusia 18 tahun dan memiliki skor 2,1. (Pusformas,Budpar.go.id)

Samosir Fiesta 2011

Pulau Samosir yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah menjadi salah satu destinasi wisata yang dilirik para pelancong domestik maupun mancanegara. Namun, menjaga pariwisata daerah agar tetap berkembang pesat bukanlah perkara mudah. Semua ini juga harus ditunjang dengan pelestarian budaya adat.

Untuk mendukung misi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir menghelat festival budaya daerah Horas Samosir Fiesta 2011 (HFS 2011) pada Mei hingga September mendatang. Festival yang telah telah digagas sejak 3 tahun belakangan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Batak untuk melestarikan budaya khas Samosir.

Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon yang ditemui di Gedung Sapta Pesona mengatakan, Kabupaten Samosir yang mencakup sembilan kecamatan merupakan jantung danau Toba dan memiliki ragam pesona wisata yang sangat strategis untuk dikembangkan. Kami punya visi yakni menjadikan Kabupaten samosir sebagai Kabupaten Pariwisata. "Semua program pembangunan dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata. Pariwisata berbasis lingkungan (eco-tourism) menjadi salah satu keunggulan kami," ujar Mangindar, Kamis (26/5).

Mangindar mengatakan, untuk menggairahkan industri pariwisata supaya banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan diperlukan berbagai terobosan kreatif, salah satunya pelestarian budaya adat dengan menggelar kegiatan positif seperti HFS 2011. "Festival ini akan dikemas dalam aneka perlombaan seni budaya. Dengan adanya unsur lomba, kami berharap motivasi masyarakat untuk menampilkan keaslian seni dan atraksi bisa semakin meningkat," ujar Mangindar.

Berbagai lomba tersebut antara lain lomba Uning-uningan (alat musik tradisional Batak Toba), lomba lagu trio batak, lomba cipta lagu, lomba tari tor-tor, mengukir kayu, hingga lomba vokal group. Sedangkan pada puncak acara HSF 2011 nanti, akan dilaksanakan pagelaran seni budaya berupa tor-tor massal yang diiringi 7 grup pargonsi dan 7 grup uning-uningan, kolaborasi sordam, saga-saga, lagu-lagu opera, lagu rakyat tapanuli, serta penyerahan hadiah kepada 51 kejuaraan grup dan 21 juara perorangan. "Puncaknya nanti ada di bulan September di Pangururan. Kami memilih tanggal yang pas yakni ketika libur lebaran sehingga diharapkan semakin banyak wisatawan yang bisa datang," kata Mangindar.

Mangindar menambahkan, Pemerintah Kabupaten Samosir memang sedang menargetkan program berbasis budaya mengingat banyak generasi muda yang cenderung meninggalkan budayanya sendiri. Kami berupaya mendorong mereka untuk kembali melestarikan budaya Batak. Namun, itu semua tidak cukup dengan kata-kata, harus langsung praktek ditambah dengan kreativitas, ujarnya sembari menjelaskan bahwa target festival ini juga anak muda yang tergabung dalam berbagai kelompok seni budaya.

Mangindar melanjutkan, pihaknya tengah membentuk forum kerja sama pembangunan Danau Toba yang disebut Lake Toba Regional Management (LTRM) yang fokus pada pembangunan pariwisata berkelanjutan secara sinergis. Ikon danau Toba ini milik bersama. "Untuk memperkuat industri pariwisata ini, kami menggandeng sembilan kabupaten lainnya untuk berkolaborasi dan bersinergi membangun pariwisata Danau Toba," katanya.

Diharapkan, kunjungan wisatawan daerah sekitar Kabupaten Samosir bisa mendorong kedatangan wisatawan hingga provinsi Sumatera Utara dan provinsi lainnya. Pada akhirnya, gaung dari gelaran akbar ini juga diharapkan akan terdengar hingga menjangkau wilayah lainnya di tingkat nasional bahkan ke mancanegara. (Pusformas,budpar.go.id)

Tour de Singkarak 2011

Menbupar Ir. Jero Wacik, SE bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno dan Dirjen Pemasaran Kemenbudpar DR. Sapta Nirwandar meresmikan peluncuran perhelatan Tour de Singkarak 2011 di Balairung Soesilo Sudarman, kantor Kementerian Budpar Jakarta, Jumat (20/5). Acara peluncuran ini menandai siap digelarnya Tour de Singkarak 2011 yang akan berlangsung di Sumbar pada 6-12 Juni mendatang.

Menbudpar Jero Wacik menyatakan, penyelenggaraan Tour de Singkarak 2011 adalah bukti bahwa citra pariwisata Indonesia dan Sumbar khususnya demikian baik diterima oleh dunia internasional. Acara yang sudah menjadi agenda tahunan UCI (Union Cycliste Internationale) ini bukan hanya diramaikan oleh tim pembalap internasional, namun juga wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin ikut menyaksikan lomba dan menikmati keindahan kekayaan alam dan budaya Minangkabau, kata Menbudpar.

Sementara itu, dalam paparannya Sapta Nirwandar menjelaskan Tour de Singkarak 2011 akan menempuh 7 etape lomba keseluruhannya berjarak 739,3 km melewati 12 kabupaten/kota di Sumbar. Lomba kali ini selain etapenya lebih panjang, total hadiah yang diperebutkan juga lebih besar Rp 750 juta, kata Sapta Nirwandar, seraya mengatakan untuk mensukseskan penyelenggaraan sport tourism internasional ini, Kemenbudpar mengundang Amaury Sport Organizations (ASO) penyelenggara Tour de France, sebagai lomba balap sepeda internasional terbesar dunia, untuk memberikan masukan terhadap penyelenggaraan Tour de Singkarak. Kita berharap konsultasi dengan ASO akan membawa lomba balap sepeda internasional ini lebih populer dan besar gaungnya di kancah internasional, kata Sapta.


Penyelenggaraan Tour de Singkarak 2011 yang tahun ini untuk kali ketiga diikuti 234 pembalap sepeda dari 15 tim (negara) yakni; Jepang (Aisan Racing Team), RRC (Holy Brother Cycling Team), Iran (Azad University dan Tabritz Petrochemical Cycling Team), Filipina (Eleven), Australia (Plan B Racing Team dan Eddy Hollands Bicycle Services) ), Malaysia (Trengganu Pro Asia Cycling Team dan Le Tua), Belanda (Global Cycling Team), Taipei (Giant Kenda Cycling Team, Team Fuji, dan Action Cycling Team), dan CCN Colossi terdiri beberapa negara di antaranya Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kirgistan, Spayol, dan Inggris. Sementara Indonesia menurunkan 11 tim nasional antara lain Araya Indonesia (Sidoarjo), Custom Cycling Club (Jakarta), Polygon Sweet Nice (Surabaya), Putra Perjuangan (Bandung), United Bike Kencana Team (Malang), Tirta Cycling Team (Solo) Binong Baru Passel (Cirebon), DKI Jakarta, Peng-ISSI Prov. Sumbar, Prima Utama dan Prima Muda (Pelatnas Sea Games).

Para pembalap akan berlomba dalam 7 etape; Padang (etape 1), Padang-Sicincin-Pariaman (etape 2), Pariaman-Bukittinggi (etape 3), Bukittinggi-Lembah Harau (etape 4), Payakumbuh-Sawahlunto (etape 5), Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung (etape 6A), Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang (etape 6B), Padang Panjang-Danau Kembar (etape 7A), dan Danau Kembar-Danau Singkarak (etape 7B). (Pusformas, Budpar.go.id)

Global Spa Summit 2011

Industri spa di Indonesia terus mengalami kemajuan signifikan. Hal ini dikatakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Jero Wacik, SE dalam acara Global Spa Summit di Nusa Dua, Bali, Senin (16/5).

"Indonesia termasuk tiga negara di kawasan Asia yang memiliki perkembangan industri spa yang cukup meningkat, di bawah India dan China. Tahun 2010, spa Indonesia tumbuh 7%, hampir menyamai pertumbuhan spa di China yang sebesar 8% dan India 11%, "katanya.

Menbudpar menambahkan, industri spa tidak dapat dipisahkan dari pariwisata di Indonesia sehingga tidak dipungkiri industri spa juga menyumbang keuntungan ekonomi bagi Indonesia. Kami memang belum tahu persis jumlah spa, tenaga kerja yang terserap, dan berapa besar yang telah disumbangkan ke perekonomian."Tapi saya yakin cukup signifikan.

Kami akan segera melakukan pendataan untuk melihat sejauh mana industri itu menyumbang pemasukan dari total pendapatan yang diterima di industri pariwisata yang bernilai US$7-8 miliar," kata Menbudpar. Menbudpar juga mengatakan akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas industri spa di Indonesia agar bisa menjaring lebih banyak wisatawan.

Sebagai langkah awal, akan dilakukan upaya peningkatan SDM industri spa, mengembangkan kerjasama dengan pemerintah daerah, dan membuat kode etik mengenai spa. "Bahkan jika perlu kita ciptakan kode etik untuk mengatur profesionalitas usaha ini," jelas Menbudpar. Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar yang mendampingi Menbudpar mengatakan, penetapan kode etik mengenai spa dirasa cukup penting. "Kode etik itu cukup penting di Tanah Air untuk menghidari pencitraan buruk usaha spa yang selama ini cukup melekat.

Kita yang memiliki kekayaan rempah-rempah untuk spa juga wajib memperkenalkan spa di tingkat dunia," kata Sapta. Sementara itu menurut Jeff Matthews, Co-Chair of The 2011 Summit, industri spa di Indonesia terus berkembang. Dia juga mengatakan, bisnis modern spa pertama kali dikembangkan di wilayah Asia Tenggara. "Berdasarkan data yang kami miliki, perputaran uang dalam industri spa di seluruh dunia adalah sebesar US$260 miliar, " katanya. Ini adalah pertama kalinya Bali menjadi tuan rumah Global Spa Summit (GSS).

GSS 2011 yang bertajuk "Engange the Change: the Customer, the Money, the Future". Acara ini menjadi ajang pertemuan internasional tahunan para eksekutif dan pemimpin industi spa kelas dunia yang fokus memajukan sektor spa dan kesehatan (wellness). Pesertanya sebanyak 296 orang yang berasal dari 38 negara di seluruh dunia. (Pusformas, budpar.go.id)

Satu Promosi Bahari, Sabang International Regatta

Promosi pariwisata yang dikemas dengan event olahraga bahari kembali diadakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar). Kali ini kota yang menjadi target pariwisata adalah Kota Sabang.

Kegiatan yang diberi nama Sabang International Regatta 2011 ini merupakan program perdana Kemenbudpar yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Aceh, Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang, dan Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia.

"Sabang International Regatta adalah program baru Kemenbudpar untuk mempromosikan wisata bahari daerah bagian Barat Indonesia. Event ini akan melibatkan peserta dari berbagai negara," ujar salah satu panitia, Sondi Sampurno usai mengikuti rapat koordinasi Sabang International Regatta di Gedung Sapta Pesona, Rabu (11/5).
Negara-negara yang direncanakan mengikuti event akbar ini adalah Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, dan Indonesia.

Peserta akan berlayar dengan yacht dan motor yacht rally dari Phuket ke Langkawi.
Event ini bertujuan untuk menempatkan Aceh dalam peta destinasi pariwisata dunia melalui melalui olah raga layar skala internasional dan mengembalikan citra Sabang sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman. "Kota Sabang yang terletak di Pulau Weh merupakan kota pelabuhan alam di belahan barat yang memiliki potensi wisata bahari dengan daya tarik alamnya serta kekayaan kehidupan bawah lautnya yang luar biasa indah," ujar Sondi.

Selain itu, dengan Sabang International Regatta yang akan diadakan pada 13-25 September mendatang, diharapkan Sabang bisa menjadi pusat wisata bahari di Indonesia bagian barat dan mendorong investasi di Sabang dan Aceh. Kami akan menjadikan event Sabang International Regatta sebagai salah satu kalender tetap event internasional, kata Sondi. (Pusformas,Budpar.go.id)

Kembudpar Daftarkan Tiga Warisan Budaya ke UNESCO

Jakarta- Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kembudpar) Republik Indonesia mendaftarkan tiga warisan budaya tidak benda kepada organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (UNESCO), kata Menbudpar, Jero Wacik.

"Hari ini Kembudpar bertangungjawab untuk melestarikan budaya Indonesia dengan mendaftarkan tiga warisan budaya tak benda ke UNESCO," ujar Jero Wacik di kantornya, Jakarta, Senin.

Ketiga warisan budaya yang didaftarkan adalah tari tradisi Bali sebagai nominasi daftar representatif budaya tak benda, Noken atau kerajinan tangan masyarakat Papua sebagai nominasi daftar yang memerlukan perlindungan mendesak, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai nominasi penciptaan ruang budaya untuk perlindungan, pengembangan dan pendidikan warisan budaya.

Ia mengatakan, dengan bertambahnya lagi tiga warisan budaya Indonesia untuk didaftarkan ke UNESCO, maka semakin menambah rasa bangga kepada kebudayaan yang ada di Indonesia.

"Dengan didaftarkannya tiga warisan budaya ini, yang ada hanyalah rasa bangga sebagai warga Indonesia yang kaya akan warisan kebudayaan," katanya.

Ia juga mengungkapkan rasa pesimistisnya untuk dapat mengikutsertakan semua warisan budaya Indonesia ke UNESCO.

"Mendaftarkan tiga saja sudah melibatkan ribuan orang, apalagi mendaftarkan semua warisan budaya yang kita miliki," katanya.

Beberapa manfaat dengan terdaftarnya warisan budaya tak benda bagi masyarakat Indonesia, menurut dia, adalah meningkatkan citra Indonesia di mata masyarakat internasional, mendapatkan perhatian badan dan pemerhati kebudayaan internasional, serta negara dapat mengajukan permohonan bantuan dana Konvensi 2003 khusus bagi warisan budaya yang masuk dalam daftar yang memerlukan perlindungan mendesak.

Dengan didaftarkannya tiga warisan budaya tersebut, pemerintah Indonesia akan menambah jumlah unsur budaya tak benda Indonesia yang telah menerima inskripsi dari UNESCO, yaitu Wayang Indonesia (2003), Keris Indonesia (2005), Batik Indonesia (2009) dan Angklung Indonesia (2010).

Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik.dalam kesempatan itu menandatangani pula pendaftaran nominasi warisan budaya tersebut bersama Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono.

Sumber:Antaranews